Posted by: sukasukanulis on: Oktober 5, 2008
Phew.. akhirnya aku bisa lagi nulis di blog kesayanganku ini… udah lama banget gak berkutat di depan kompie ku dan menulis apa yg aku suka.
Lihat aja…. aku dah mulai sibuk dengan kegiatan di kantor dgn pekerjaan gak jelas, ini bukan pekerjaan impianku..aku masih mencari dan sebenarnya aku sudah mendapatkannya, ada yg membantuku, ada yg menawari aku, namun…waktu ku belum kompak…begitu sulitnya… Sebenarnya bisa saja aku langsung keluar dari kantor ku dan aku membuat serius apa yg aku suka ini, tapi tunggu.. aku tidak boleh gegabah lagi… ada suatu dilemma, yg harus aku lunasi! dan aku akan membuktikan itu semua, bahwa aku bisa!
see…
Ini udah tgl 5 Okt 2008, dari 29 sept aku dapat ‘collective leave’ asik bgt… dgn bgtu aku bebas melakukan apa yg aku mau… salah satunya menulis ceritaku yg tertunda, tp gak segampang itu juga…. ( pheww… sekali lagi tarik nafas)… si-mbak mudik… ada segudang kerjaan menunggu, termasuk si kecil yg masih butuh perhatian ekstttra… terkadang tengah malam lah waktu ku berkutat dgn tulisan, tapi… itu juga klo masih banyak sisa tenagaku ada … wuuuuaaaahhh… aku ingin teriak….. tolong beri aku tenaga extra!!!!….
Dan besok dah masuk ktr lagi, dan tetep aja…aku kejar semangat impian aku itu ! hrs sampe dapat!
Makasih buat seseorang yg membuatku selalu semangat… yg membuatku pertama kali berani menulis di blog-ku ini. Pak???? maaf ya pak…. agak lama kirim-nya..tp pasti saya akan penuhi janji saya, walo agak lama… maaf ya pak… GBU
Posted by: sukasukanulis on: Juni 28, 2008
Dilemma…
Definitely! that’s my recently problem!
Aku merasa sekarang ini aku menjadi seserang yang merasa lengkap! bersyukur pada yang Kuasa sudah pasti… keluarga yang lengkap, sehat, sayang, dan juga memiliki suami yang baik, penyayang, begitu juga dengan kehadiran seorang anak yang sudah lama aku tunggu2 sejak sekolah! bayangkan sejak sekolah aku bahkan telah bercita2 ingin cepat punya anak! how come? sekolah aja belum lulus!
.
Tapi itu dulu, ketika aku masih kuliah, setelah lulus kuliah dan bekerja aku malah tidak ingin terlalu cepat menikah, walaupun sudah memiliki kekasih yang sangat perhatian. Tapi seiring jalannya waktu kami berdua sepakat untuk melanjutkan ke kehidupan berumah tangga. Kebahagiaan dari Allah seakan semakin bertambah….rezeki itu malah semakin bertambah, walaupun aku harus berhenti kerja, dan langsung hamil aku merasa amat bersyukur karena Allah seperti menjawab semua doa-doaku…
Kini, anakku telah berusia satu tahun lima bulan (jalan 6 bulan), dan aku sudah bekerja lagi ( di perkantoran) selama 4 bulan, memang baru 4 bulan… Tapi perasaaan dilemma meninggalkan anak sampai sekarang masih terngiang, perlahan hatiku sering merasa terganggu, merasa gundah, merasa serba salah… meninggalkan anak, walaupun kutitipkan anakku pada ibuku, tapi tetap saja .. aku merasa tidak cukup hanya itu…ini adalah tugas dan tanggung jawabku, apa yang harus kulakukan, di satu sisi…aku harus bekerja, untuk mengaktualisasikan diriku, agar tidak mengecewakan mereka bahwa mereka telah menyekolahkan aku sampai jenjang perguruan tinggi. Tapi…. ini bukan isi hati ku yang sebenarnya… aku ingin bekerja yang masih bisa mengurus anak, yang masih bisa mendidiknya, bermain dengannya, tapi apa?? semua belum terlaksana. Jauh di hati, mungkin aku harus mulai mandiri…. tapi seolah masih ada keraguan dihati ini, aku tau aku punya potensi, aku tau aku pasti bisa…tapi masih ada ketakutan yang belum berani aku hadapi jika aku berhenti kerja dan mulai dari awal untuk membuat sesuatu yang baru yaitu pekerjaan yg mgkn berkaitan dengan ‘home industry’? atau hal-hal lain? …
Jika dikaitkan….
Jika aku (andaikan) berhenti dan tekad untuk memulai bisnis dari rumah, aku yang introvert, yang terkadang terlalu suka berandai-andai ini….tapi terkadang tegas…bisnis apa yang kira2 sesuai dengan kepribadianku ini?? …. Ingin memulai lagi….tapi rasanya… orang-orang terdekatku sudah tidak percaya dengan apa yang akan aku lakukan… tidak percaya.. dengan keinginanku yang jauh ada di dalam hati ini, padahal karena ini butuh proses…. dan mereka seperti sudah tidak percaya…dan aku merasa tidak percaya diri…
Dilemma…
Kalau misalnya aku berhenti kerja…. Sangat disayangkan, mendapatkan pekerjaan di perusahaan bonafid seperti yang aku jalankan saat ini bukan hal yang mudah akan kudapatkan kembali…
Tapi…
Disatu sisi…aku tidak ingin kehilangan kedekatanku dengan anakku, walaupun setiap habis pulang kerja, aku yang mengurus anakku, apalagi jika sedang libur… anak harus aku yang mengurus, rasanya sangat bahagia, ada rasa kedekatan…tapi kedekakatan emosional itu perlahan aku rasa mulai tipis sedikit-sedikit..mungkin karena jarang aku dan anakku bertemu, I miss my daughter, so much! padahal setiap hari sebelum berangkat kerja masih ketemu, dan pulang kerja ( sore menjelang malam, atau malam kadang2 aku masih bisa melihat anakku bermain). Aku menjadi sedikit gundah… aku tidak ingin kehilangan anakku, apalagi nanti kalau dia mau sekolah.. aku tidak ingin kehilangan setiap detik perkembangannya…
Tapi, jika aku berhenti kerja…. orang tuaku pasti sangat tidak setuju (bahkan bisa marah)… karena aku seperti sudah tidak dipercaya bisa melakukan pekerjaan diluar pekerjaan kantor, aku jadi kehilangan percaya diri…
Dan suamiku…. sangat mendukung dimana saja posisiku berada asal aku merasa nyaman, dan commitment dengan semua tindak laku aku…. ( So … very wish husband… thank you God! I Find my soulmate like him!)
Aku harus bagaimana ya????
Posted by: sukasukanulis on: April 18, 2008
Jam sudah menunjukkan jam 11.00 siang, perutku sudah mulai lapar, sayangnya hari ini aku tidak membawa cemilan sedikitpun, temanku yang biasanya bawa hari ini pun tak ada makanan yg dibawanya…tiba2 tiba…datang seorang pelayan kantor alias OB bawa kue tart…hmm….pasti enak! tanpa ragu aku langsung melahapnya! sllluuurrppp…habis? enggak juga…kue-nya terlalu manis…kue coklat itu memang terasa istimewa, tapi karena rasa manisnya yg pekat aku tak kuasa melahapnya sampai titik penghabisan.
Teng! jam 12.00 pun tiba…..
Aku langsung ke pantry tempat aku makan siang jika istirahat di kantor, dan sepertinya memang hari ini hari istimewa, atasanku sedang merayakan ulang tahun, enggak ketinggalan pasti aku akan mencicipi satu-satu makanan istimewa dari hotel berbintang itu, pertama kali yang kulirik adalah salad….melihat bentuk dan wajahnya saja sudah membuatku menelan ludah, menjilat bibirku sendiri..mengundang perutku semakin lapar, tampaknya sudah tak sabar lagi, tapi…..
Mungkin ini berlebihan…tapi aku langsung mengenyahkan semua makanan dari hadapanku, aku malah hanya melahap makanan yang kubeli sendiri, hanya masakan sederhana, tapi aku rasa saat itu adalah makananku yang paling istimewa. JIka aku tetap mengambil salad disamping daging lezat namun haram bagiku itu…pasti aku tetap tak bisa melahap salad itu, perutku langsung mual…oooohhhh…kenapa harus ada? daging besar, berwarna kehitaman diseluruhnya…seperti saus berwarna kecap penuh membasahi daging empuk itu…..
Sayang sekali….
Tapi tak apa…aku malah melihat mereka yang memakannya sampai habis dengan penuh suka cita, katanya daging terlezat….dan temanku pun berkata ” kenapa yang enak-enak dilarang?”, dan akupun tersenyum memaklumi….bagiku itu semua biasa saja…ternyata enak atau tidak enak itu bisa hanya sebagai persepsi kita saja…namun…larangan atau tidak menurut ‘prinsip’ ku itu tak bisa diganggu gugat…
Jadi kenapa mesti sinis? kenapa harus cemburu? kenapa harus menatap mereka dalam-dalam dan berkata dalam hati…apakah mereka tidak tahu bahwa itu haram…..? Terserah mereka…mereka punya hak itu, seharusnya lah kita menghormati…jadi selamat menikmati hidangan yang mereka anggap harum namun haram bagi ku…..hehehe….
Sekelumit cerita ini… hanya iseng belaka, sebenarnya enggak ada maksud tertentu, hanya berbagi cerita…itu saja!
Posted by: sukasukanulis on: April 5, 2008
Gee…
It has a long time haven’t written on my blog here..
But ..i want to tell you something, do you believe ‘dejavu’ ??
Pagi cerah…tiba-tiba saja penantian panjang ku datang juga, aku duduk sendiri di sofa empuk di sebuah gedung perkantoran mewah yang entah kenapa setelah aku duduk di sudut sofa tersebut dan memandang sekitar ku…aku melihat banyak hal, lalu lalang orang-orang, telephone, interview, somebody who read a newspaper, and so on….In particular thing is…office activity…
Sit and got the horizon….
aku merasa aku pernah duduk di tempat ini…aku pernah kesini…tapi kapan? aku ga tau kapan…tapi semua sangat familiar…God! sepertinya aku mengalami dejavu! benarkah ini adalah bagian seperangkat kecil doa yang selalu aku haturkan pada yang Maha Kuasa? sungguh! aku seolah benar-benar merasakan kuasa itu memang ada, dan saat itu juga aku merasa aku tidak perlu takut akan masa depan ku…Why? ya..sebelum ini terkadang aku merasa pesimis…tapi setiap hari aku selalu coba mencari bantuan dari yang “kuasa”….melakukan banyak hal yang positif, doa, dan usaha…every day..n do you know? perlakuan ku hari ini adalah penentuan ku tuk masa depan ku..jadi ga salah…jika ingin mencapai masa depan yang lebih baik..ukir lah hidupmu hari ini dengan hal yang positif dan doa tanpa putus asa…Allah memang maha tau mana yang terbaik untuk kita….
So…jika kita lakukan hari ini adalah sesuatu yang ga banyak gunanya, maka di kemudian hari kamu akan ambil hasilnya, dan itu adalah hasil dari perbuatan kita yang terdahulu…
Dejavu…
terkadang aku dan mungkin semua orang pernah merasakan..jadi jangan sekali-kali mengabaikan sikap dan perilaku kita hari ini……..
If you feel it deeply..
Dejavu…can answer the question, especially about your life!
Posted by: sukasukanulis on: Februari 10, 2008
Menunggu adalah pekerjaan yang melelahkan, tapi dari pekerjaan menunggu ini aku punya kenangan yang sedikit unik, mungkin juga lucu…
Menunggu…
Hujan deras, batukku ini masih saja menyerang hingga terasa sesak dada ini…aku tak tahan lagi menahan batuk yang berkepanjangan ini.
Aku berjalan sendiri di malam hari di tengah rintik hujan dan suara petir yang tiada henti, terkadang kaki tak sengaja menginjak genangan air berwarna coklat, hitam, tidak jelas dengan warnanya, yang aku tahu dan umumnya orang-orang mengatakan jalan yang becek.
Tiba di klinik kecil dekat rumahku, dikeramaian pasien yang sedang mengantri untuk berobat, aku duduk tak bertenaga, rasanya bicara saja aku sudah tak sanggup.
Seorang pria menyapaku ramah, ” Mbak…mau berobat ya?” aku hanya mengangguk tersenyum, aku tak berdaya mengeluarkan suara, nafasku terasa pendek. Tapi entah kenapa pria tersebut banyak sekali bertanya-tanya…aku hanya menjawab sekenanya saja, mungkin dia menyangka aku ini wanita yang sombong.
Dua hari kemudian, setelah batukku hilang, tiba-tiba saja pria yang sama bertemu denganku di tengah keramaian lalu lalang orang, mobil, dan orang yangberjualan di toko kecil masih dekat rumahku, aku tetap menjawab sekenanya, aku tak mau terlalu mengumbar informasi untuknya. Ternyata dia memperkenalkan dirinya, dan akhirnya ia mengikutiku sampai ke rumah.
Setelah sebulan berteman dengan pria tersebut….aku mulai tidak menyukainya…
dia mulai menyatakan cinta…
mulai ingin tahu segalanya tentang aku..
selama ini aku hanya menganggapnya teman biasa…
selama berteman dengannya..dia lebih sering mengumbar kebohongan…
aku tidak suka dengannya…
aku menolak…
Ah…ini semua dari pekerjaan menunggu…
Posted by: sukasukanulis on: Februari 3, 2008
Pernahkah terpikirkan oleh kita bagaimana jika kita tua nanti?
Biarkan aku berpikir dulu……..
Aku berharap, jika aku tua nanti… aku sudah bijaksana, sehingga anak-anakku akan selalu menanti kehadiran orang tuanya, cucu ku yang selalu merindukan aku, aku yang bisa dikenang oleh setiap orang, hingga aku akan terlihat cantik selalu……Kulit keriput yang semakin menghiasi kulitku ini tidak akan kupikirkan, tubuhku yang semakin lemah mungkin akan selalu terlihat semangat, keluarga dan para sahabat akan selalu menyayangiku……. itulah hariku yang paling indah mengisi indahnya kehidupan.
Sekarang lihatlah pada orang tua kita…..
Kulihat Ayahku-…
wajahnya yang tenang, wajahnya yang memikat hati kini terlihat lelah, terlihat waktu telah memudarkan ketampanan wajahnya, ia pria yang selalu bekerja keras memikirkan untuk selalu dapat membuat perut anak dan istrinya kenyang. Ia tak ingin anak dan istrinya yang ia kasihi kelaparan dan kedinginan, tangannya yang kekar namun lembut itu akan selalu melindungi keluarganya. Aku tak bisa berkata apa-apa … Terima kasih ayah…doaku selalu menyertai dirimu.
Kulihat ibuku-…..
Ia wanita yang kuat, walau kini kecantikannya telah memudar, ia akan selalu terlihat cantik sepanjang masa. Ia yang mengenalkan aku cinta, tak lelah ia selalu memberikan aku kasih sayang yang tak akan lekang oleh waktu. Ia adalah seorang istri dan ibu yang selalu setia dengan keluarganya, yang tak mengenal lelah apapun keadaannya….Terima kasih ibu… doaku selalu menyertai dirimu.
Kini……..
lihat aku ayah…
lihat aku ibu……
sungguh aku tidak berarti apapun tanpa dirimu…
aku hanya seorang anak yang tak luput dari kesalahan…
Maafkanlah aku…
namun cintaku tak akan pernah hilang walau sekejap mata…
karena aku sayang kalian……
Terima kasih Tuhan…….
Indahnya cinta….
Posted by: sukasukanulis on: Januari 31, 2008
Puasa….
Puasa senin-kamis mungkin sering dilakukan beberapa kaum muslimin, begitu juga diriku, terkadang puasa senin-kamis, yang tujuan utamanya…bayar hutang puasa tahun lalu, sebagai wanita tentu saja puasa bulan Rahmadan ada yang enggak lengkap.
Tapi…hanya sekedar bercerita……ada kisah pribadiku (dan nyata) yang sedikit unik dari kejadian rajin puasa senin-kamis ini, tapi sebelumnya aku ingin minta pendapat dari ceritaku ini, apakah kejadian yang kualami ini hanya kebetulan belaka, atau karena aku sedang di “goda” karena sedang puasa, atau memang sebenarnya diriku ini ada kemampuan ‘melihat’ ??? Mungkin akan kuceritakan dari awal :
Surat dari sahabat….
Tahun 2001…Sahabat karibku mengirimkan aku sesuatu, tentu saja hati ini merasa senang sekali mendapatkan kabar dari sahabat karib sejak SMP, kubuka amplop yang menyelimuti surat tsb dan kubuka lembar perlembar surat berwarna merah muda itu….
Dear sahabat…
Salam terhangat dariku, aku sedang senang hari ini, hari kedua aku di Beijing, mengelilingi indahnya alam Beijing, mengagumi keindahan tembok raksasa Cina, menyelami dan menikmati kekayaan alamnya.
Sahabat, ingin rasanya kau juga ada disini, bersamaku, bercengkrama, bersama-sama menikmati keindahan alam dan kebersamaan kita. Tapi tak apalah….mungkin surat dan foto-foto ketika masih di Beijing yang kukirim ini bisa mempererat kebersamaan kita.
Oh ya… aku ingin sekali memberikanmu buah tangan, tapi aku sendiri juga tidak mengerti apa kesukaanmu, coba kau lihat…ada gelang terbuat dari kayu khas Cina dengan aromanya yang Khas Tiongkok itu menyegat penciuman kita, dan gantungan kunci yang terdapat pemandangan alam di Beijing, dan satu lagi boneka yang bisa digantung di pintu atau ditembok, bentuknya kecil dan bulat seperti Doraemon, tokoh kartun Jepang yang kau suka, hanya boneka dari aku ini tidak memiliki nama, bentuknya memang bulat, tapi lihat ia sedang melipat tangannya, duduk bersila diatas kertas yang membungkusnya separuh badan, bibir mungilnya tersenyum simpul, dan matanya yang besar terlihat tegas. Semoga kau suka dengan pemberianku ini, salam kangen untuk semua keluarga.
Love,
Mey
Kubuka bungkusan yang berisi boneka tersebut…dan ternyata benar isinya boneka seperti yang digambarkan sahabatku tadi, lucu dan menggemaskan, aku langsung menggantungkannya di tembok kamarku yang bersebelahan dengan pintu.
Seiring berjalannya waktu….
Aku sedang khusuk menjalankan ibadahku….grafik keimananku pada saat itu mungkin sedang mengalami kenaikan, puasa senin-kamis dengan ketulusan dan kebersihan hati aku jalani.
Entah kenapa akhir-akhir ini….aku merasa ada yang asing setiap aku memasuki kamar tidurku sendiri…ada yang lain, entahlah itu apa…aku sendiri tidak tahu…dan setiap aku memandang kearah boneka itu seperti ada daya magic dibalik matanya yang besar itu, tapi aku tidak perduli…dia hanya boneka, pikirku. Dan hampir setiap malam aku terbangun seperti ada yang mendekati diriku, seperti ada yang memperhatikan aku…tapi aku tetap tidak perduli.
Begitu seterusnya…nurani ku sering berteriak untuk membuang boneka dari Beijng itu….semakin lama boneka itu semakin membuatku ketakutan, tapi aku tidak tega membuang boneka pemberian sahabatku itu. Malam-malam berikutnya terkadang….. suara gemerinting terdengar di kamarku….aku takut…karena aku tidak tahu…tapi aku tak perduli.
Kejadian malam berikutnya…. mendadak aku terbangun, keheningan malam yang terasa pekat, dan kegelapan kurasakan amat sangat dikamarku sendiri, “kenapa gelap? pikirku, biasanya lampu di depan kamar menyala, kenapa ini mati semua?” (memang biasanya aku tidur dengan lampu tidak menyala, namun biasanya aku tetap menyalakan lampu di depan kamar)…. Aku ingin bangun dan menyalakan kembali lampu depan kamar, aku sendiri tidak tahu siapa yang mematikan lampu dinihari ini? Dan…. Aku tidak bisa terbangun….tanganku ada yang menahannya…dan aku melihat bayangan-bayangan dikamarku….aku tidak tahu apa itu? aku tidak bisa terbangun….aku menjerit…..menjerit sekuat tenagaku….menembus keheningan malam, menghantam sesuatu yang menahanku itu….lepas…lepas…aku lepas….aku berlari keluar kamar……..dan semua keluargaku terbangun, dan melihat keadaanku…” ada apa?” Aku lemas…..lemas tak berdaya…ada apa ini? mungkinkah….. karena aku tidak mendengar jeritan hatiku??? Keesokan pagi…….aku minta tolong agar tante-ku yang ‘bisa’ melihat dunia lain untuk masuk kekamarku……….dan aku seperti tidak percaya mendengar ucapannya : ……kamarmu adalah persimpangan jalan untuk mereka…dan merupakan jalan raya, mereka-mereka yang menahan tanganmu itu sebenarnya sedang beristirahat setelah berjalan cukup jauh, dan kebetulan mereka berlima berasal dari Beijing. Mereka lewat di depan kamarmu karena tertarik dengan boneka yang mereka bilang lucu dan boneka tersebut sama seperti di kampung mereka…… Kini….. aku percaya……karena kata hatiku sering mengatakan….. aku tidak akan lagi menentang nuraniku….aku akan percaya dengan nuraniku….sejak saat itu…aku tidak pernah lagi menaruh boneka atau patung di dalam kamar….dan nasib boneka pemberian sahabatku itu, aku buang jauh…….dan mungkin terhempas oleh kendaraan yang berseliweran di jalan tol. Maafkan aku sahabat……bukan maksudku tidak menghargai pemberianmu, tapi sungguh! hanya boneka itu saja yang kusingkirkan… Semoga kau memakluminya….
Posted by: sukasukanulis on: Januari 29, 2008
Dear Diary,
Tanggal 27 Januari 2008, aku sontak mendengar kabar Bapak Soeharto telah wafat., entah mengapa tiba-tiba ada rasa kehilangan dari dalam hatiku.
Diary, aku tahu Sang Jendral itu tidak tahu akan diriku, dan aku tahu dia tidak tahu jika aku ini sebenarnya pernah hadir dekat dengannya.Dia memang tidak mengenal diriku.
Diary…Diary…
Sebenarnya aku ingin memberitahumu….bahwa sebenarnya sang Jendral itu pernah melihatku…kala itu aku masih kanak-kanak, duduk di bangku kelas 1 sampai 6 SD, pernah beberapa kali Sang Jendral datang ke kotaku dan melewati jalan di depan sekolahku. Kau bisa ingat? waktu itu….aku dan semua teman-temanku satu sekolah berbaris rapi tepat di depan sekolah dan dekat dengan jalan raya, bersiap dengan bendera merah putih yang terbuat dari kertas dan ditempelkan pada lidi yang berukuran hanya 30 cm. Kami semua setia menunggu Presiden terhormat melintasi sekolah kami ini.
Perlahan beberapa barisan motor polisi yang berbaris dua-dua datang dengan suara sirenenya yang syahdu, dan dengan penuh kehati-hatian motor-motor itu diikuti barisan mobil sedan berwarna hitam legam berikut juga kaca jendela mobil, ingin rasanya aku bisa melihat wajah penuh senyum dan penuh ketenangan itu tanpa dihalangi oleh kaca mobil berwarna hitam kelam yang terkesan arogan itu.
Tapi…. dengan begitu aku sudah bahagia, dan mungkin juga teman-teman satu sekolah…kami semua melambai-lambai, tersenyum dan bendera merah putih melayang-layang karena lambaian kami semua…….Dan aku tahu ada lambaian dan senyuman dibalik kaca gelap itu.
Diary, kini Sang Jendral itu telah pergi dengan tenang…kubiarkan air mata ini menitik perlahan dari pelupuk mataku, dan aku hanya bisa berdoa…semoga ia damai disana…
Dari anak bangsa, yang akan selalu mengenang jasa-jasamu, terima kasih Jendral sejati…..karena kerja kerasmu, rasa bahagia dan bangga menjadi bangsa ini pernah aku nikmati, kini bangsa ini telah kehilanganmu…dan bangsa ini tidak akan berhenti sampai disini untuk meneruskan semangat juangmu.
Selamat jalan Jendral Sejati…..
Posted by: sukasukanulis on: Januari 27, 2008
Apa jadinya ketika kita, atau anak kita menjadi seseorang yang bertentangan dengan hati nurani kita? aku sendiri tidak berani membayangkannya. Aku jadi teringat ketika masih duduk di bangku SMA, beberapa temanku adalah seorang yang punya keinginan kuat untuk capai cita-cita, tapi ada beberapa teman khususnya wanita yang biasanya mempunyai teman satu kelompok yang terbiasa dandan bak model. Wanita-wanita remaja teman SMA ku itu memang mempunyai pesona untuk membuat para lelaki melirik pada mereka, tidak saja teman-teman laki-laki terkadang juga om-om hidung belang yang penasaran dengan kehidupan mereka.
Suatu ketika guru fisika tidak datang mengajar, wali kelas datang untuk memberikan tugas yang besok akan dikumpulkan, dasar anak sma yang kadang-kadang suka nentang hal-hal yang membosankan, aku dan teman sebangkuku malah punya ide untuk makan-makan di kantin, aku pun tidak keberatan. Sambil berjalan menuju kantin, teman-teman lain satu kelaspun tidak perduli dengan tugas yang diberikan, jadi ada saja kegiatan mereka, yang mengerjakan tugas mungkin hanya tiga orang, selebihnya…ada yang pacaran, main gitar sambil nyanyi, main basket, pacaran, dan terakhir dikantin seperti aku dan teman sebangku ini.Bercerita panjang lebar dengan temanku ini, langit tampak mendung terkesan tidak bersahabat yang akan menurunkan hujan sangat lebat, tapi siapa yang perduli karena sebenarnya aku suka suasana hujan. Canda tawa tidak saja datang dari aku tapi juga dari sekelompok wanita yang punya pesona di mata lawan jenis menurutku. Mereka duduk disampingku, cerita, tawa, centil, make up yang komplit untuk ukuran anak SMA, belum lagi parfum, dan rokok. Wuih….bagaimana dengan orang tua mereka ya? ah….mungkin aku terlalu naif memikirkan kesedihan orang tua mereka yang tidak tahu gelagat mereka di sekolah. Tapi biarlah…..yang penting aku tidak seperti mereka, karena kata hati yang tak bisa kuingkari. Tidak lama kemudian, disela-sela para wanita muda dan cantik itu berdandan sambil mengepulkan asap rokok serta perbincangan dengan pembawaan yang renyah dan centil membuat suasana kantin semakin hidup, tiba-tiba saja….Rini…wanita yang paling dominan diantara mereka keluar dari ruang rahasia di kantin tersebut, entah ruang apa aku sendiri tidak tahu. Rini keluar dari ruangan sambil merapikan pakaiannya kemudian memanggil seseorang dari dalam ruang yang sama. Rini bersama seorang pria di dalam kamar tersebut dan menggelayut mesra lagi di dada pria yang katanya pacarnya itu adalah teman satu kelas Rini, pria tersebut mencium mesra kening Rini, dan berkata …” Kau tampak cantik sekali hari ini”……..
Terkesima…. itu yang aku lakukan dengan teman sebangkuku itu… karena penasaran, setelah para wanita centil itu dan Rini pergi dari kantin, aku dan temanku itu mencoba masuk ke dalam ruang gelap yang baru saja ditempati Rini ternyata dibalik kantin itu aku melihat ruang keluarga yang lengkap dengan cermin, tv, meja dan kursi, dan dipojok ruangan terdapat kamar yang hanya berukuran 2×3m cukup lah untuk satu tempat tidur, dan benar saja dugaanku memang ada tempat tidur di kamar tersebut. Aku dan temanku mendadak saling bertukar pandangan, seolah mengerti maksud kami masing-masing………
Mudah-mudahan dugaan aku dan temanku mengenai Rini itu salah……… jika benar, ia termasuk wanita yang berani melakukannya di sekolah. Sungguh aku tidak berani membayangkannya, semoga saja ini tidak terjadi pada diriku dan keturunanku….(Apa kau mengerti maksudku???? )
Posted by: sukasukanulis on: Januari 26, 2008