Dilemma…
Definitely! that’s my recently problem!
Aku merasa sekarang ini aku menjadi seserang yang merasa lengkap! bersyukur pada yang Kuasa sudah pasti… keluarga yang lengkap, sehat, sayang, dan juga memiliki suami yang baik, penyayang, begitu juga dengan kehadiran seorang anak yang sudah lama aku tunggu2 sejak sekolah! bayangkan sejak sekolah aku bahkan telah bercita2 ingin cepat punya anak! how come? sekolah aja belum lulus! :).
Tapi itu dulu, ketika aku masih kuliah, setelah lulus kuliah dan bekerja aku malah tidak ingin terlalu cepat menikah, walaupun sudah memiliki kekasih yang sangat perhatian. Tapi seiring jalannya waktu kami berdua sepakat untuk melanjutkan ke kehidupan berumah tangga. Kebahagiaan dari Allah seakan semakin bertambah….rezeki itu malah semakin bertambah, walaupun aku harus berhenti kerja, dan langsung hamil aku merasa amat bersyukur karena Allah seperti menjawab semua doa-doaku…
Kini, anakku telah berusia satu tahun lima bulan (jalan 6 bulan), dan aku sudah bekerja lagi ( di perkantoran) selama 4 bulan, memang baru 4 bulan… Tapi perasaaan dilemma meninggalkan anak sampai sekarang masih terngiang, perlahan hatiku sering merasa terganggu, merasa gundah, merasa serba salah… meninggalkan anak, walaupun kutitipkan anakku pada ibuku, tapi tetap saja .. aku merasa tidak cukup hanya itu…ini adalah tugas dan tanggung jawabku, apa yang harus kulakukan, di satu sisi…aku harus bekerja, untuk mengaktualisasikan diriku, agar tidak mengecewakan mereka bahwa mereka telah menyekolahkan aku sampai jenjang perguruan tinggi. Tapi…. ini bukan isi hati ku yang sebenarnya… aku ingin bekerja yang masih bisa mengurus anak, yang masih bisa mendidiknya, bermain dengannya, tapi apa?? semua belum terlaksana. Jauh di hati, mungkin aku harus mulai mandiri…. tapi seolah masih ada keraguan dihati ini, aku tau aku punya potensi, aku tau aku pasti bisa…tapi masih ada ketakutan yang belum berani aku hadapi jika aku berhenti kerja dan mulai dari awal untuk membuat sesuatu yang baru yaitu pekerjaan yg mgkn berkaitan dengan ‘home industry’? atau hal-hal lain? …
Jika dikaitkan….
Jika aku (andaikan) berhenti dan tekad untuk memulai bisnis dari rumah, aku yang introvert, yang terkadang terlalu suka berandai-andai ini….tapi terkadang tegas…bisnis apa yang kira2 sesuai dengan kepribadianku ini?? …. Ingin memulai lagi….tapi rasanya… orang-orang terdekatku sudah tidak percaya dengan apa yang akan aku lakukan… tidak percaya.. dengan keinginanku yang jauh ada di dalam hati ini, padahal karena ini butuh proses…. dan mereka seperti sudah tidak percaya…dan aku merasa tidak percaya diri…
Dilemma…
Kalau misalnya aku berhenti kerja…. Sangat disayangkan, mendapatkan pekerjaan di perusahaan bonafid seperti yang aku jalankan saat ini bukan hal yang mudah akan kudapatkan kembali…
Tapi…
Disatu sisi…aku tidak ingin kehilangan kedekatanku dengan anakku, walaupun setiap habis pulang kerja, aku yang mengurus anakku, apalagi jika sedang libur… anak harus aku yang mengurus, rasanya sangat bahagia, ada rasa kedekatan…tapi kedekakatan emosional itu perlahan aku rasa mulai tipis sedikit-sedikit..mungkin karena jarang aku dan anakku bertemu, I miss my daughter, so much! padahal setiap hari sebelum berangkat kerja masih ketemu, dan pulang kerja ( sore menjelang malam, atau malam kadang2 aku masih bisa melihat anakku bermain). Aku menjadi sedikit gundah… aku tidak ingin kehilangan anakku, apalagi nanti kalau dia mau sekolah.. aku tidak ingin kehilangan setiap detik perkembangannya…
Tapi, jika aku berhenti kerja…. orang tuaku pasti sangat tidak setuju (bahkan bisa marah)… karena aku seperti sudah tidak dipercaya bisa melakukan pekerjaan diluar pekerjaan kantor, aku jadi kehilangan percaya diri…
Dan suamiku…. sangat mendukung dimana saja posisiku berada asal aku merasa nyaman, dan commitment dengan semua tindak laku aku…. ( So … very wish husband… thank you God! I Find my soulmate like him!)
Aku harus bagaimana ya????
Ditulis dalam Simple n thingking | yang berkaitan Housewife | Tidak ada komentar »