Sukasukanulis’s Weblog

Apa kau mengerti maksudku?

Posted by: sukasukanulis on: Januari 27, 2008

Apa jadinya ketika kita, atau anak kita menjadi seseorang yang bertentangan dengan hati nurani kita? aku sendiri tidak berani membayangkannya. Aku jadi teringat ketika masih duduk di bangku SMA, beberapa temanku adalah seorang yang punya keinginan kuat untuk capai cita-cita, tapi ada beberapa teman khususnya wanita yang biasanya mempunyai teman satu kelompok yang terbiasa dandan bak model. Wanita-wanita remaja teman SMA ku itu memang mempunyai pesona untuk membuat para lelaki melirik pada mereka, tidak saja teman-teman laki-laki terkadang juga om-om hidung belang yang penasaran dengan kehidupan mereka.

Suatu ketika guru fisika tidak datang mengajar, wali kelas datang untuk memberikan tugas yang besok akan dikumpulkan, dasar anak sma yang kadang-kadang suka nentang hal-hal yang membosankan, aku dan teman sebangkuku malah punya ide untuk makan-makan di kantin, aku pun tidak keberatan. Sambil berjalan menuju kantin, teman-teman lain satu kelaspun tidak perduli dengan tugas yang diberikan, jadi ada saja kegiatan mereka, yang mengerjakan tugas mungkin hanya tiga orang, selebihnya…ada yang pacaran, main gitar sambil nyanyi, main basket, pacaran, dan terakhir dikantin seperti aku dan teman sebangku ini.Bercerita panjang lebar dengan temanku ini, langit tampak mendung terkesan tidak bersahabat yang akan menurunkan hujan sangat lebat, tapi siapa yang perduli karena sebenarnya aku suka suasana hujan. Canda tawa tidak saja datang dari aku tapi juga dari sekelompok wanita yang punya pesona di mata lawan jenis menurutku. Mereka duduk disampingku, cerita, tawa, centil, make up yang komplit untuk ukuran anak SMA, belum lagi parfum, dan rokok. Wuih….bagaimana dengan orang tua mereka ya? ah….mungkin aku terlalu naif memikirkan kesedihan orang tua mereka yang tidak tahu gelagat mereka di sekolah. Tapi biarlah…..yang penting aku tidak seperti mereka, karena kata hati yang tak bisa kuingkari. Tidak lama kemudian, disela-sela para wanita muda dan cantik itu berdandan sambil mengepulkan asap rokok serta perbincangan dengan pembawaan yang renyah dan centil membuat suasana kantin semakin hidup, tiba-tiba saja….Rini…wanita yang paling dominan diantara mereka keluar dari ruang rahasia di kantin tersebut, entah ruang apa aku sendiri tidak tahu. Rini keluar dari ruangan sambil merapikan pakaiannya kemudian memanggil seseorang dari dalam ruang yang sama. Rini bersama seorang pria di dalam kamar tersebut dan menggelayut mesra lagi di dada pria yang katanya pacarnya itu adalah teman satu kelas Rini, pria tersebut mencium mesra kening Rini, dan berkata …” Kau tampak cantik sekali hari ini”……..

Terkesima…. itu yang aku lakukan dengan teman sebangkuku itu… karena penasaran, setelah para wanita centil itu dan Rini pergi dari kantin, aku dan temanku itu mencoba masuk ke dalam ruang gelap yang baru saja ditempati Rini ternyata dibalik kantin itu aku melihat ruang keluarga yang lengkap dengan cermin, tv, meja dan kursi, dan dipojok ruangan terdapat kamar yang hanya berukuran 2×3m cukup lah untuk satu tempat tidur, dan benar saja dugaanku memang ada tempat tidur di kamar tersebut. Aku dan temanku mendadak saling bertukar pandangan, seolah mengerti maksud kami masing-masing………

Mudah-mudahan dugaan aku dan temanku mengenai Rini itu salah……… jika benar, ia termasuk wanita yang berani melakukannya di sekolah. Sungguh aku tidak berani membayangkannya, semoga saja ini tidak terjadi pada diriku dan keturunanku….(Apa kau mengerti maksudku???? )

Tinggalkan Balasan


  • sukasukanulis: Ah..Maya..lo bisa aja.. gue masih belajar kok... Tapi lewat tulisan gue merasa lega udah mengeluarkan semua uneg-uneg....
  • estupitarto: Jika aku tua nanti, anak cucuku akan bercerita tentang kiprahku dan nasehat-nasehatku kepada mereka. lam kenal dariku
  • maya: Ris,ini lo yang nulis?wow hebat.super hebat.gue sampai terharu.bagus banget.sangking bagusnya gue tidak bisa berkata2.ternyata sahabat gw sangat berba

Kategori