Posted by: sukasukanulis on: Januari 31, 2008
Puasa….
Puasa senin-kamis mungkin sering dilakukan beberapa kaum muslimin, begitu juga diriku, terkadang puasa senin-kamis, yang tujuan utamanya…bayar hutang puasa tahun lalu, sebagai wanita tentu saja puasa bulan Rahmadan ada yang enggak lengkap.
Tapi…hanya sekedar bercerita……ada kisah pribadiku (dan nyata) yang sedikit unik dari kejadian rajin puasa senin-kamis ini, tapi sebelumnya aku ingin minta pendapat dari ceritaku ini, apakah kejadian yang kualami ini hanya kebetulan belaka, atau karena aku sedang di “goda” karena sedang puasa, atau memang sebenarnya diriku ini ada kemampuan ‘melihat’ ??? Mungkin akan kuceritakan dari awal :
Surat dari sahabat….
Tahun 2001…Sahabat karibku mengirimkan aku sesuatu, tentu saja hati ini merasa senang sekali mendapatkan kabar dari sahabat karib sejak SMP, kubuka amplop yang menyelimuti surat tsb dan kubuka lembar perlembar surat berwarna merah muda itu….
Dear sahabat…
Salam terhangat dariku, aku sedang senang hari ini, hari kedua aku di Beijing, mengelilingi indahnya alam Beijing, mengagumi keindahan tembok raksasa Cina, menyelami dan menikmati kekayaan alamnya.
Sahabat, ingin rasanya kau juga ada disini, bersamaku, bercengkrama, bersama-sama menikmati keindahan alam dan kebersamaan kita. Tapi tak apalah….mungkin surat dan foto-foto ketika masih di Beijing yang kukirim ini bisa mempererat kebersamaan kita.
Oh ya… aku ingin sekali memberikanmu buah tangan, tapi aku sendiri juga tidak mengerti apa kesukaanmu, coba kau lihat…ada gelang terbuat dari kayu khas Cina dengan aromanya yang Khas Tiongkok itu menyegat penciuman kita, dan gantungan kunci yang terdapat pemandangan alam di Beijing, dan satu lagi boneka yang bisa digantung di pintu atau ditembok, bentuknya kecil dan bulat seperti Doraemon, tokoh kartun Jepang yang kau suka, hanya boneka dari aku ini tidak memiliki nama, bentuknya memang bulat, tapi lihat ia sedang melipat tangannya, duduk bersila diatas kertas yang membungkusnya separuh badan, bibir mungilnya tersenyum simpul, dan matanya yang besar terlihat tegas. Semoga kau suka dengan pemberianku ini, salam kangen untuk semua keluarga.
Love,
Mey
Kubuka bungkusan yang berisi boneka tersebut…dan ternyata benar isinya boneka seperti yang digambarkan sahabatku tadi, lucu dan menggemaskan, aku langsung menggantungkannya di tembok kamarku yang bersebelahan dengan pintu.
Seiring berjalannya waktu….
Aku sedang khusuk menjalankan ibadahku….grafik keimananku pada saat itu mungkin sedang mengalami kenaikan, puasa senin-kamis dengan ketulusan dan kebersihan hati aku jalani.
Entah kenapa akhir-akhir ini….aku merasa ada yang asing setiap aku memasuki kamar tidurku sendiri…ada yang lain, entahlah itu apa…aku sendiri tidak tahu…dan setiap aku memandang kearah boneka itu seperti ada daya magic dibalik matanya yang besar itu, tapi aku tidak perduli…dia hanya boneka, pikirku. Dan hampir setiap malam aku terbangun seperti ada yang mendekati diriku, seperti ada yang memperhatikan aku…tapi aku tetap tidak perduli.
Begitu seterusnya…nurani ku sering berteriak untuk membuang boneka dari Beijng itu….semakin lama boneka itu semakin membuatku ketakutan, tapi aku tidak tega membuang boneka pemberian sahabatku itu. Malam-malam berikutnya terkadang….. suara gemerinting terdengar di kamarku….aku takut…karena aku tidak tahu…tapi aku tak perduli.
Kejadian malam berikutnya…. mendadak aku terbangun, keheningan malam yang terasa pekat, dan kegelapan kurasakan amat sangat dikamarku sendiri, “kenapa gelap? pikirku, biasanya lampu di depan kamar menyala, kenapa ini mati semua?” (memang biasanya aku tidur dengan lampu tidak menyala, namun biasanya aku tetap menyalakan lampu di depan kamar)…. Aku ingin bangun dan menyalakan kembali lampu depan kamar, aku sendiri tidak tahu siapa yang mematikan lampu dinihari ini? Dan…. Aku tidak bisa terbangun….tanganku ada yang menahannya…dan aku melihat bayangan-bayangan dikamarku….aku tidak tahu apa itu? aku tidak bisa terbangun….aku menjerit…..menjerit sekuat tenagaku….menembus keheningan malam, menghantam sesuatu yang menahanku itu….lepas…lepas…aku lepas….aku berlari keluar kamar……..dan semua keluargaku terbangun, dan melihat keadaanku…” ada apa?” Aku lemas…..lemas tak berdaya…ada apa ini? mungkinkah….. karena aku tidak mendengar jeritan hatiku??? Keesokan pagi…….aku minta tolong agar tante-ku yang ‘bisa’ melihat dunia lain untuk masuk kekamarku……….dan aku seperti tidak percaya mendengar ucapannya : ……kamarmu adalah persimpangan jalan untuk mereka…dan merupakan jalan raya, mereka-mereka yang menahan tanganmu itu sebenarnya sedang beristirahat setelah berjalan cukup jauh, dan kebetulan mereka berlima berasal dari Beijing. Mereka lewat di depan kamarmu karena tertarik dengan boneka yang mereka bilang lucu dan boneka tersebut sama seperti di kampung mereka…… Kini….. aku percaya……karena kata hatiku sering mengatakan….. aku tidak akan lagi menentang nuraniku….aku akan percaya dengan nuraniku….sejak saat itu…aku tidak pernah lagi menaruh boneka atau patung di dalam kamar….dan nasib boneka pemberian sahabatku itu, aku buang jauh…….dan mungkin terhempas oleh kendaraan yang berseliweran di jalan tol. Maafkan aku sahabat……bukan maksudku tidak menghargai pemberianmu, tapi sungguh! hanya boneka itu saja yang kusingkirkan… Semoga kau memakluminya….
[...] diam-diam melakukan bunuh diri apabila kita tidur melebihi kebutuhan. Misalnya, sebetulnya tubuh kita hanya membutuhkan tidur selama 6 jam per hari, tapi kita tidur selama 10 jam per hari. Ini berarti [...]
Februari 1, 2008 pada 4:05 am
Benar juga pak…. sebenarnya manusia itu kan tidak boleh tidur berlebihan, selain rezeki ga dapat…. tubuh lemas….tp biasanya saya tidur 6 jam kok dalam sehari
btw…tx atas profil manajemen amal-nya.